← Kembali ke artikel
Fiqih, Sholat

Imam Lupa Membaca Qunut Subuh, Apakah Harus Sujud Sahwi?

29 Oktober 2026 · 3 menit baca

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jika imam lupa membaca qunut ketika salat Subuh, apakah wajib melakukan sujud sahwi? Apakah makmum juga wajib mengikutinya?

dari Hamba Allah

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Qunut Subuh merupakan masalah yang diperselisihkan oleh para ulama. Perbedaan pendapat ini berkaitan dengan hukum membaca qunut secara rutin, waktu pelaksanaannya, dan konsekuensi ketika qunut ditinggalkan.

1. Pendapat mazhab Syafi’i

Dalam mazhab Syafi’i, qunut pada rakaat kedua salat Subuh setelah rukuk hukumnya sunnah ab‘adh, yaitu sunnah yang memiliki kedudukan khusus dalam salat.

Apabila imam lupa membaca qunut, salatnya tetap sah, tetapi disunnahkan melakukan sujud sahwi sebelum salam. Sujud sahwi juga disunnahkan apabila qunut sengaja ditinggalkan menurut ketentuan mazhab ini.

Rujukan: Imam an-Nawawi, Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, jilid 3, pembahasan qunut Subuh dan sujud sahwi.

2. Pendapat mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi tidak mensyariatkan qunut Subuh secara rutin. Qunut yang menjadi amalan dalam mazhab ini dilakukan pada salat Witir. Adapun qunut karena musibah (qunut nazilah) memiliki pembahasan tersendiri.

Dengan demikian, tidak membaca qunut Subuh secara rutin tidak mengharuskan sujud sahwi menurut mazhab Hanafi.

Rujukan: Al-Kasani, Badā’i‘ aṣ-Ṣanā’i‘ fī Tartīb asy-Syarā’i‘, pembahasan qunut dalam salat Witir.

3. Pendapat mazhab Hanbali

Mazhab Hanbali juga tidak menganjurkan qunut Subuh secara rutin. Qunut dapat disyariatkan dalam keadaan tertentu, seperti ketika kaum Muslimin mengalami musibah, sesuai ketentuan qunut nazilah.

Karena itu, meninggalkan qunut Subuh rutin bukan alasan untuk melakukan sujud sahwi menurut pendapat ini.

Rujukan: Ibn Qudamah, Al-Mughnī, pembahasan qunut dalam salat.

4. Pendapat mazhab Maliki

Berbeda dari mazhab Hanafi dan Hanbali, mazhab Maliki menganjurkan qunut dalam salat Subuh. Pelaksanaannya yang lebih utama menurut pendapat masyhur adalah sebelum rukuk pada rakaat kedua, dan dibaca secara pelan.

Namun, qunut dalam mazhab Maliki tidak memiliki kedudukan yang sama dengan sunnah ab‘adh dalam mazhab Syafi’i. Karena itu, meninggalkannya tidak serta-merta mengharuskan sujud sahwi.

Rujukan: Al-Mudawwanah al-Kubrā dan Al-Mawsū‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, pembahasan qunut Subuh.

5. Bagaimana sikap makmum jika imam lupa qunut?

Sikap makmum perlu disesuaikan dengan keadaan berikut:

Jika imam melakukan sujud sahwi, makmum mengikuti imam.

Jika imam tidak melakukan sujud sahwi, makmum tidak perlu melakukan sujud sahwi sendiri hanya karena qunut terlewat, terutama jika mengikuti pendapat ulama yang tidak mensyariatkan qunut Subuh secara rutin.

Jika mengikuti mazhab Syafi’i, sujud sahwi disunnahkan ketika qunut yang termasuk sunnah ab‘adh ditinggalkan. Namun, jika imam tidak melakukannya, makmum sebaiknya tidak bertindak sendiri sehingga mengganggu keselarasan berjamaah.

Kesimpulan

Qunut Subuh adalah masalah khilafiah di kalangan ulama. Menurut mazhab Syafi’i, jika qunut terlewat, disunnahkan sujud sahwi sebelum salam. Sementara itu, menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, qunut Subuh tidak disyariatkan secara rutin sehingga tidak perlu sujud sahwi karena meninggalkannya. Mazhab Maliki juga menganjurkan qunut Subuh, tetapi berbeda dalam tata cara dan kedudukannya.

Dalam semua pendapat tersebut, salat Subuh tetap sah meskipun qunut tidak dibaca. Makmum hendaknya menjaga ketertiban berjamaah dan menghormati perbedaan pendapat fikih yang diakui.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Referensi

An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab. Jilid 3, pembahasan qunut Subuh dan sujud sahwi.Al-Kasani, Alauddin Abu Bakr bin Mas‘ud. Badā’i‘ aṣ-Ṣanā’i‘ fī Tartīb asy-Syarā’i‘. Pembahasan qunut dalam salat Witir.Ibn Qudamah, Abdullah bin Ahmad. Al-Mughnī. Pembahasan qunut dalam salat.Sahnun bin Sa‘id at-Tanukhi. Al-Mudawwanah al-Kubrā. Pembahasan qunut Subuh dalam mazhab Maliki.
Al-Mawsū‘ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah. Pembahasan qunut.

Dijawab oleh Ustadz Fedya Ainur, S.Pd., B.A حفظه الله

Artikel Terkait