← Kembali ke beranda
IslamQA.info ↗

Rukun Iman dan Cabang Iman

11 September 2018 · 1 menit baca

Artikel ini bersumber dari IslamQA.info. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan IslamQA.info.

Pertanyaan

Bagaimana cara menggabungkan bahwa rukun iman (Iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, hari akhir, takdir baik dan buruknya) dengan sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- (Iman itu ada tujuh puluhan sekian cabang….) ?

Jawaban

Iman yang menjadi akidah maka dasarnya ada enam yang tertera di dalam hadits Jibril –‘alaihis salam- ketika bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره    متفق عليه .

“Iman adalah hendaknya anda beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada takdir baik dan buruknya”. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Adapun iman yang mencakup amal dan macam-macam dan jenisnya maka ada tujuh puluh sekian cabang, dan karenanya Allah –Ta’ala- telah menamakan shalat dengan iman pada firman-Nya:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

البقرة/143

“dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia”. (QS. Al Baqarah: 143)

Para ahli tafsir berkata:

“Maksud dari imanmu adalah shalatmu yang menghadap ke Baitul Maqdis; karena para sahabat sebelum diperintah untuk menghadap ke Ka’bah mereka shalat menghadap ke Masjidil Aqsha.

Artikel ini bersumber dari IslamQA.info. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan IslamQA.info.
Baca di IslamQA.info ↗