← Kembali ke hasil pencarian
IslamQA.info ↗

TIDAK MENGAPA MENGQADHA RAMADAN SECARA TERPISAH

17 Juli 2011 · 1 menit baca

Artikel ini bersumber dari IslamQA.info. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan IslamQA.info.

Pertanyaan

Seseorang memiliki hutang puasa Ramadan. Apakah dia boleh mengqadha puasanya pada hari-hari yang terpisah?

Jawaban

"Ya, dibolehkan baginya mengqadha hutang puasa Ramadannya pada hari-hari yang terpisah. Berdasarkan firman Allah Ta'ala,

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

(سورة البقرة: 185)

"Dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah Ta'ala dalam ayat tersebut tidak menetapkan syarat berturut-turut dalam mengqadha puasa.

Hanya kepada Allah kita memohon taufiq. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para shahabatnya.

Artikel ini bersumber dari IslamQA.info. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan IslamQA.info.
Baca di IslamQA.info ↗