Almanhaj.or.id ↗
Amalan Sunnah dan Bid’ah di Bulan Sya’ban
19 Januari 2026 · 1 menit baca
Artikel ini bersumber dari Almanhaj.or.id. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan Almanhaj.or.id.
DAFTAR ISI
Mempertemukan Makna Dua Hadits Sya’ban
- Apakah Dianjurkan Berpuasa Pada Bulan Sya’ban Secara Penuh
- Anjuran Puasa Pada Hari-Hari Putih (Ayyamul Bid) dan Bulan Sya’ban
- Larangan Berpuasa Pada Pertengahan Kedua Di Bulan Sya’ban
- Hukum Upacara Peringatan Malam Nisfi Sya’ban
- Apakah Dibolehkan Merayakan Malam Nisfu Sya’ban
- Malam Pertengahan Sya’ban Tidak Ada Pengkhususan Ibadah
- Menyiapkan Makanan Nisyfu Sya’ban
Dinamakan Sya’baan ( شَعْبَانَ ) –diambil dari lafazh شَعْبٌ yang artinya kelompok atau golongan– karena orang-orang Arab dahulu pada bulan tersebut berpencar-pencar ( يَتَشَاعَب) untuk mencari sumber air. Juga karena mereka berpisah-pisah ( تَشَاعُب / terpencar) di gua-gua. Dan dikatakan sebagai bulan Sya’ban karena bulan tersebut muncul ( شَعَبَ ) di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Bentuk jamaknya adalah شَعَبَنَات dan شَعَابِيْن. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dinamakan Sya’ban karena sibuknya mereka mencari air atau sumur setelah berlalunya bulan Rajab yang mulia. Dan ada juga yang berpendapat selain itu.”Wallaahu a’lam.
Artikel ini bersumber dari Almanhaj.or.id. Hak cipta sepenuhnya milik penulis dan Almanhaj.or.id.
Baca di Almanhaj.or.id ↗