Playlist : Sifat Sholat Nabi

Ringkasan

Berikut adalah poin-poin ringkasan materi penting yang dibahas dalam video tersebut:

  1. ​Tanggung Jawab kepada Keluarga & Amal Jariyah
    • Amal Jariyah: Di awal video mengingatkan kembali tentang tiga amalan yang pahalanya tidak terputus: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya [00:00].
    • ​Mendidik Keluarga: Suami memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka dengan cara mendidik dan mengajarkan ilmu agama kepada istri dan anak-anak [00:45, 01:04].
  2. ​Tata Cara Bangkit ke Rakaat Ketiga dan Keempat
    • Mengucapkan Takbir: Hukum mengucapkan takbir (Allahu Akbar) saat bangkit dari duduk tahiyat awal menuju rakaat ketiga adalah wajib [03:27].
    • ​Waktu Takbir: Sunnahnya takbir diucapkan saat masih dalam kondisi posisi duduk (ketika mulai bergerak naik), bukan setelah tubuh sudah tegak berdiri [03:55].
    • ​Mengangkat Tangan: Nabi ๏ทบ kadang-kadang mengangkat kedua tangan ketika bangkit ke rakaat ketiga [04:45, 05:08]. Karena sifatnya kadang-kadang, maka tidak perlu selalu mengangkat tangan setiap kali bangkit ke rakaat ketiga [05:21].
    • ​Duduk Iftirasy Sebelum Bangkit (Duduk Istirahat): Ketika akan bangkit ke rakaat keempat, disunnahkan untuk duduk sejenak dengan tegak (tumakninah) di atas kaki kiri hingga posisi tulang kembali mapan sebelum kemudian berdiri [09:57, 13:15].
    • ​Bertumpu pada Tangan: Saat bangkit berdiri menuju rakaat berikutnya, disunnahkan bertumpu atau bersandar menggunakan kedua telapak tangan ke lantai [14:46].
  3. ​Ketentuan Membaca Surat Al-Fatihah
    • Membaca Al-Fatihah pada rakaat ketiga dan keempat hukumnya adalah rukun shalat (jika sengaja ditinggalkan, shalatnya batal) [20:15].
    • ​Sunnahnya adalah membaca Al-Fatihah ayat per ayat (berhenti di setiap akhir ayat), bukan menyambungnya dalam satu tarikan napas [26:22].
    • ​Di rakaat ketiga dan keempat, aslinya cukup membaca Al-Fatihah saja, namun kadang-kadang diperbolehkan jika ingin menambahkan satu atau dua ayat pendek setelahnya [32:19].
  4. ​Pembahasan Pembuka tentang Qunut Nazilah
    • ​Pengertian: Qunut secara bahasa artinya berdoa kepada Allah di dalam shalat dalam keadaan berdiri [35:12]. Secara umum ada tiga macam qunut: Qunut Nazilah, Qunut Witir, dan Qunut Subuh [35:44].
    • ​Sebab Qunut Nazilah: Disunnahkan ketika kaum muslimin sedang tertimpa bencana besar, musibah, kezaliman musuh, atau wabah penyakit (seperti Covid-19) [37:28].
    • ​Tempat Pelaksanaan: Dilakukan pada rakaat terakhir di shalat fardhu (bisa di shalat mana saja: Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, atau Subuh) [41:43, 42:45].
    • ​Waktu Berdoa: Doa qunut nazilah dibaca setelah bangkit dari ruku' (saat i'tidal) setelah membaca kalimat pujian Rabbana lakal hamd [40:46, 40:58].
    • ​Lafaz Doa: Tidak ada lafaz khusus yang baku untuk qunut nazilah; isi doanya disesuaikan dengan situasi bencana atau musibah spesifik yang sedang terjadi (berupa doa kebaikan untuk muslimin dan doa keburukan bagi yang menzalimi) [43:32, 48:35]. Imam mengeraskan suaranya dan makmum mengaminkan sambil mengangkat tangan [47:00, 47:15].

Download Kitab

[PDF] Sifat Sholat Nabi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama